SINARJATENG.COM – Sebanyak 211 mahasiswa Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) resmi menyandang gelar sarjana dalam Wisuda XXIII Program Sarjana (S1) Tahun 2026. Prosesi wisuda berlangsung di R-Gina Hotel Pemalang, Sabtu (29/8/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Bupati Pemalang Nurkholes yang memberikan pesan khusus kepada para lulusan agar tidak menjadikan gelar akademik sebagai tujuan akhir dari perjalanan pendidikan.
Menurut Nurkholes, setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, para wisudawan justru memasuki fase baru yang menuntut mereka mampu mengimplementasikan ilmu untuk kepentingan masyarakat.
“Wisuda bukanlah akhir perjalanan pendidikan, tetapi awal untuk memasuki ruang pengabdian yang lebih luas,” kata Nurkholes.
Ia menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Atas nama Pemerintah Kabupaten Pemalang, Nurkholes juga mengapresiasi keberhasilan INSIP dalam melahirkan lulusan perguruan tinggi.
Ia berharap ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di bangku kuliah dapat diwujudkan dalam bentuk karya nyata.
Para lulusan juga didorong untuk terus melahirkan inovasi, menjunjung tinggi integritas, serta mampu membaca berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Nurkholes menilai, kemajuan perguruan tinggi tidak cukup hanya diukur dari peningkatan kualitas akademik. Penguatan karakter dan nilai-nilai keislaman juga menjadi bagian penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
“Para lulusan diharapkan turut mengambil peran dalam pembangunan Kabupaten Pemalang melalui gagasan dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain memberikan pesan kepada para wisudawan, Nurkholes juga memberikan apresiasi kepada jajaran pimpinan INSIP, para dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh keluarga besar kampus yang telah berkontribusi dalam proses pendidikan generasi muda.
Jadi Tonggak Perubahan INSIP
Sementara itu, Rektor INSIP Amiroh mengungkapkan bahwa Wisuda XXIII tahun 2026 memiliki makna tersendiri bagi perjalanan institusi.
Pasalnya, momentum tersebut berlangsung di tengah proses transisi INSIP menuju berkembangnya Universitas Islam Pemalang.
Amiroh menyebut perubahan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang lembaga dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam sekaligus memperluas kontribusi kepada masyarakat.
Ia berpesan kepada para lulusan agar tidak berhenti mengembangkan diri setelah mendapatkan gelar sarjana.
“Lulusan harus terus meningkatkan kompetensi, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta mengabdikan ilmu di tengah masyarakat,” ungkap Amiroh.
Menurutnya, tantangan dunia kerja dan kehidupan sosial ke depan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, integritas, profesionalisme dan kemandirian.
Karena itu, lanjut Amiroh, Universitas Islam Pemalang ke depan berkomitmen mencetak generasi muda Islam yang mampu beradaptasi dan bersaing di berbagai tingkatan.
“Momentum wisuda hari ini tidak hanya penting bagi para wisudawan dan wisudawati, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah perjalanan dan perkembangan Universitas Islam Pemalang,” pungkasnya.
Dengan dikukuhkannya 211 sarjana baru tersebut, INSIP Pemalang kembali menorehkan catatan penting dalam perjalanan pendidikannya, sekaligus membuka babak baru menuju pengembangan kelembagaan sebagai Universitas Islam Pemalang.***











