SINARJATENG.COM – Persoalan sampah yang terbawa arus dan menumpuk di Sungai Skunder Desa Wonokromo, Kecamatan Comal, menjadi perhatian pemerintah desa dan masyarakat selama beberapa tahun terakhir.
Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk mencari solusi agar sampah kiriman tidak terus memenuhi aliran sungai yang memiliki peran penting bagi lingkungan dan pertanian warga.
Sebagai langkah penanganan, Desa Wonokromo menerima bantuan saringan sampah yang akan dipasang di perbatasan Sungai Skunder antara Desa Susukan dan Desa Wonokromo, Kamis (4/6/2026).
Keberadaan saringan tersebut diharapkan mampu menahan sampah yang datang dari arah selatan sehingga tidak menyebar ke sepanjang aliran sungai.
Kepala Desa Wonokromo, Impron Asnawi, mengatakan penumpukan sampah di Sungai Skunder selama ini harus ditangani secara rutin oleh pemerintah desa bersama masyarakat. Pembersihan dilakukan hampir setiap minggu agar kondisi sungai tetap terjaga.
“Setiap satu minggu sekali kami berupaya mengangkat sampah secara mandiri. Alhamdulillah, melalui fasilitasi pihak PU bersama Camat Comal dan BWS SDA, Desa Wonokromo mendapatkan bantuan saringan sampah yang nantinya dipasang di perbatasan Sungai Skunder antara Desa Susukan dan Desa Wonokromo,” kata Impron Asnawi.
Menurutnya, titik pemasangan dipilih karena menjadi salah satu jalur masuk sampah yang terbawa arus dari wilayah hulu. Dengan adanya saringan tersebut, sampah diharapkan dapat terkumpul pada satu lokasi sehingga lebih mudah ditangani dan diangkut.
“Kalau sudah terpasang, kami berharap sampah yang mengalir dari selatan bisa berhenti di titik tersebut sehingga penanganannya lebih mudah,” ujarnya.
Kades Impron menyampaikan, apresiasi kepada pihak Pekerjaan Umum (PU), Camat Comal, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumber Daya Air, serta seluruh pihak yang ikut membantu merealisasikan bantuan tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan lingkungan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Selain menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan, pemasangan saringan sampah juga diharapkan mendukung kelancaran aliran air yang dimanfaatkan petani. Sungai Skunder menjadi salah satu sumber pengairan bagi lahan pertanian di wilayah Wonokromo dan sekitarnya.
Pemerintah desa juga menyambut rencana normalisasi sungai yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan fungsi sungai, memperlancar aliran air, dan mendukung kebutuhan irigasi pertanian.
Bagi masyarakat Wonokromo, bantuan saringan sampah menjadi harapan baru untuk mengurangi persoalan sampah kiriman yang selama ini datang berulang kali. Dengan kondisi sungai yang lebih bersih dan aliran air yang lebih lancar, manfaat sungai bagi lingkungan maupun pertanian diharapkan dapat terus terjaga.***
(Slamet Febriansyah)









