SINARJATENG.COM – Pembahasan program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Kabupaten Pemalang kembali digelar melalui rapat koordinasi Tim Pembina KKS. Forum tersebut menjadi langkah penguatan kerja lintas sektor dalam menyiapkan capaian penilaian tahun 2027.
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pemalang, Tim Pembina dari Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Nanang, serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Atik. Kehadiran berbagai unsur ini memperkuat sinergi pelaksanaan program KKS di daerah.
Nanang menegaskan, program Kabupaten/Kota Sehat berjalan dengan pola pembinaan dan penilaian yang terjadwal. Tahun genap difokuskan untuk pembinaan, sementara tahun ganjil digunakan untuk penilaian capaian daerah.
“Di tahun genap dilakukan pembinaan, sedangkan tahun ganjil dilakukan penilaian Kabupaten/Kota Sehat,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, penilaian KKS mengacu pada sembilan tatanan utama dengan 136 indikator yang harus dipenuhi secara berjenjang. Proses dimulai dari desa atau kelurahan, kemudian kecamatan, hingga kabupaten, sebelum masuk tahap verifikasi di tingkat provinsi dan Nasional.
“Setiap indikator dijalankan dari tingkat bawah, kemudian dilakukan penilaian berjenjang sampai ke tingkat nasional,” jelasnya.
Kabupaten Pemalang pada 2025 kembali meraih predikat Padapa. Sebelumnya, capaian serupa juga diraih pada 2023, serta pernah mencapai tingkat Wiwerda pada 2015.
“Harapan ke depan, pada 2027 Pemalang bisa naik tingkat, baik Wiwerda maupun Wistara,” katanya.
Sejumlah sektor menjadi perhatian dalam penguatan program, mulai dari pasar, pariwisata, industri, hingga perumahan dan permukiman. Seluruh sektor tersebut masuk dalam indikator penilaian KKS yang terus diperkuat secara bertahap.
Selain itu, tatanan sehat mandiri juga menjadi fokus, terutama peningkatan kesadaran masyarakat dalam melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Partisipasi masyarakat masih perlu ditingkatkan agar perilaku hidup bersih dan sehat semakin kuat di lingkungan sehari-hari.
“Kesadaran masyarakat untuk cek kesehatan masih perlu ditingkatkan. Ini menjadi bagian penting dalam membangun perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.***
(Slamet Febriansyah)









