Menu ✖

Mode Gelap
Kekerasan Anak di Pemalang, Titien Minta Pencegahan Diperkuat dari Sekolah hingga Keluarga Peduli Pendidikan, YBM BRI Pemalang Salurkan Bantuan Sekolah untuk 40 Siswa Kurang Mampu Turnamen Catur Dandim Cup Pemalang Sukses Digelar, 217 Pecatur Ambil Bagian Kendaraan Dinas Kades Danasari Diduga Nunggak Pajak, Data Cek Pajak Tunjukkan Belum Lunas Lima Bakal Calon Ramaikan Pilkades Danasari 2026, Pendaftaran Masih Dibuka hingga 4 September 2026 Wisuda XXIII Jadi Momentum Bersejarah, INSIP Pemalang Bersiap Menuju Universitas Islam Pemalang

Pantura

Kekerasan Anak di Pemalang, Titien Minta Pencegahan Diperkuat dari Sekolah hingga Keluarga

badge-check


					Ketua GOW Kabupaten Pemalang, Dra. Titien Soewastiningsih S, M.Ed., Ph.D Perbesar

Ketua GOW Kabupaten Pemalang, Dra. Titien Soewastiningsih S, M.Ed., Ph.D

SINARJATENG.COM — Kasus kekerasan yang melibatkan anak dengan anak hingga menimbulkan korban meninggal dunia menjadi peringatan penting bagi semua pihak.

Upaya pencegahan dinilai perlu diperkuat, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di keluarga dan masyarakat.

Pakar pendidikan sekaligus Ketua GOW Kabupaten Pemalang, Dra. Titien Soewastiningsih S, M.Ed., Ph.D, mengatakan perlindungan anak membutuhkan sistem yang mampu mencegah dan mendeteksi potensi kekerasan sejak dini.

“Kekerasan yang dilakukan anak terhadap anak hingga menyebabkan korban meninggal dunia tentu sangat kita sayangkan. Ini menjadi keprihatinan kita bersama sekaligus pengingat bahwa anak membutuhkan lingkungan yang aman,” ujar Titien.

Menurutnya, sekolah memiliki posisi penting dalam membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman dan kondusif. Guru maupun tenaga kependidikan perlu lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, termasuk tanda-tanda perundungan, tekanan emosional dan konflik antarsiswa.

“Pencegahan kekerasan harus menjadi bagian dari budaya sekolah, bukan hanya dilakukan ketika sudah terjadi kasus,” tegasnya.

Titien juga menyoroti pentingnya ketahanan keluarga. Orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka sehingga anak memiliki ruang aman untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi, termasuk masalah pergaulan dan penggunaan media sosial.

Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah memperkuat Satgas Anti Kekerasan di Lingkungan Sekolah.

Keberadaan satgas, menurutnya, harus memiliki fungsi nyata dalam edukasi, pencegahan, deteksi dini, pelaporan, penanganan awal dan pendampingan.

“Sekolah tidak boleh berjalan sendiri ketika menghadapi persoalan kekerasan. Dibutuhkan koordinasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat dan pihak terkait lainnya,” katanya.

Titien menilai pendidikan karakter dan social-emotional learning juga penting untuk membekali anak dengan kemampuan mengelola emosi, berempati, berkomunikasi dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.

“Jangan sampai kita baru bergerak setelah terjadi korban. Pencegahan harus dimulai sekarang, dari keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat, dengan dukungan kebijakan pemerintah yang kuat,” pungkasnya.**

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Turnamen Catur Dandim Cup Pemalang Sukses Digelar, 217 Pecatur Ambil Bagian

27 September 2026 - 22:08 WIB

Kendaraan Dinas Kades Danasari Diduga Nunggak Pajak, Data Cek Pajak Tunjukkan Belum Lunas

12 September 2026 - 16:15 WIB

Trending di Pantura