SINARJATENG.COM – Lantunan doa dan tahlil menggema sejak pagi di kompleks Pondok Pesantren Salafiyah Kauman Pemalang pada Ahad (31/05/2026).
Ribuan jamaah dari berbagai penjuru daerah berdatangan, memenuhi halaman pesantren untuk mengikuti Khaul Masyayikh yang menjadi salah satu agenda keagamaan terbesar di lingkungan tersebut.
Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan spiritual antara santri, alumni, tokoh agama, hingga masyarakat umum yang hadir untuk mengenang jasa para ulama dan pendiri pesantren yang telah meletakkan fondasi pendidikan Islam di Kabupaten Pemalang.
Sejak pagi, area pesantren tampak dipadati ribuan jamaah. Para santri, alumni, dan masyarakat dari berbagai desa di Pemalang mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan dan tertib.
Rangkaian kegiatan khaul tidak hanya berlangsung pada hari pelaksanaan, tetapi telah dimulai sejak Jumat (29/05/2026).
Sejumlah agenda seperti tahlil, doa bersama, pengajian umum, hingga halaqah alumni menjadi bagian dari rangkaian yang mempertemukan berbagai generasi santri Salafiyah Kauman.
Ketua Himpunan Keluarga Alumni Salafiyah (HIKMAH), KH. Mahrus El Mawa, menegaskan khaul bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga ruang memperkuat ikatan keilmuan, ukhuwah, dan nilai-nilai pesantren di tengah perubahan zaman.
Pesantren dinilai memiliki peran penting dalam menjaga moral, karakter, serta tradisi keislaman yang tetap relevan di tengah tantangan modern.
Dalam rangkaian acara tersebut, hadir sebagai penceramah KH. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) dari Yogyakarta serta KH. Subkhan Makmun dari Brebes yang mengisi tausiyah dengan pesan keagamaan dan kebangsaan.
Pengasuh Ponpes Salafiyah Kauman Pemalang, KH. Romadlon Syaban Zuhdi, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan Pengurus HIKMAH atas suksesnya penyelenggaraan khaul yang kedua ini.
Kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat silaturahmi antaralumni yang tersebar di berbagai daerah dengan latar belakang profesi yang beragam.
“Sinergi antaralumni ini luar biasa. Semua berjalan karena kebersamaan dan gotong royong, sehingga acara berlangsung lancar dan khidmat. InsyaAllah akan menjadi agenda tahunan,” ujar KH. Romadlon Syaban Zuhdi.
Sementara itu, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut. Pemerintah Kabupaten Pemalang terus bersinergi dan mengapresiasi setiap kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun daerah yang lebih baik.
“Pemerintah Kabupaten Pemalang selalu bersinergi dan mengapresiasi setiap kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun daerah yang lebih baik,” ungkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.
Khaul Masyayikh Kauman Pemalang menjadi cerminan kuatnya tradisi pesantren yang tetap hidup, sekaligus ruang pertemuan spiritual yang menyatukan santri, alumni, dan masyarakat dari berbagai daerah. ***
(Slamet Febriansyah)








