Menu

Mode Gelap
Kendaraan Dinas Kades Danasari Diduga Nunggak Pajak, Data Cek Pajak Tunjukkan Belum Lunas Lima Bakal Calon Ramaikan Pilkades Danasari 2026, Pendaftaran Masih Dibuka hingga 4 September 2026 Wisuda XXIII Jadi Momentum Bersejarah, INSIP Pemalang Bersiap Menuju Universitas Islam Pemalang BRI Cabang Pemalang Berikan Bantuan 4 Mesin Perahu dan Dana Rp23 Juta untuk Nelayan Tanjungsari Dari Halaman Becek Jadi Nyaman, BRI Peduli Dukung Aktivitas Santri MDA Rodliyatul Uqul BRI Peduli Hadirkan Tempat Belajar Lebih Nyaman di MDA Walisongo Kebongede, Santri: Belajar Jadi Lebih Nyaman dan Fokus

Pantura

UMKM Pemalang Bergerak ke Ekosistem Digital, Hanif Dhakiri: QRIS Jadi Penguat Transaksi Usaha

badge-check


					Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dr. M. Muhammad Hanif Dhakiri, M.Si (SinarJateng.com/WNN) Perbesar

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dr. M. Muhammad Hanif Dhakiri, M.Si (SinarJateng.com/WNN)

SINARJATENG.COM – Perubahan pola transaksi masyarakat di era digital semakin terasa hingga ke sektor usaha kecil. Pelaku UMKM di Kabupaten Pemalang mulai beradaptasi dengan sistem pembayaran berbasis teknologi yang dinilai lebih cepat, aman, dan efisien, salah satunya QRIS.

Perubahan tersebut terlihat dalam kegiatan Publik Bicara BSBI yang digelar di salah satu hotel di Pemalang, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan menghadirkan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dr. M. Muhammad Hanif Dhakiri, M.Si., dan diikuti puluhan pelaku UMKM dari kalangan generasi muda.

Forum berlangsung dengan suasana dialog terbuka. Pelaku usaha muda aktif menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari pengembangan usaha, keterbatasan akses pembiayaan, hingga proses penyesuaian terhadap perkembangan teknologi digital.

Dalam pemaparannya, Hanif Dhakiri menegaskan QRIS telah menjadi instrumen penting dalam ekosistem ekonomi digital yang mendorong efisiensi dan percepatan transaksi usaha.

“Ini kita bersama anak-anak muda di Kabupaten Pemalang bersama BSBI terkait literasi dan edukasi keuangan. QRIS sebagai instrumen transaksi diharapkan bisa membantu UMKM lebih produktif dan efisien,” kata Hanif.

Dr. M. Hanif Dhakiri menambahkan, perubahan menuju ekonomi digital menuntut pelaku usaha tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu mengubah pola pikir agar lebih adaptif terhadap persaingan pasar.

Penguatan literasi keuangan juga menjadi perhatian utama, terutama bagi pelaku UMKM muda yang sedang mengembangkan usaha. Pengelolaan keuangan yang tepat dinilai menjadi kunci keberlanjutan bisnis.

Selain itu, maraknya pinjaman online ilegal yang menyasar generasi muda melalui platform digital menjadi perhatian serius. Pelaku usaha diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih layanan pembiayaan agar tidak terjebak praktik merugikan.

Pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran turut dinilai penting, namun harus dilakukan secara bijak agar tidak menimbulkan pola konsumtif yang dapat melemahkan usaha.

Hasil kegiatan menunjukkan UMKM Kabupaten Pemalang mulai memasuki fase adaptasi digital yang lebih matang. Sejumlah pelaku usaha telah memanfaatkan teknologi untuk promosi hingga sistem pembayaran modern.

Perkembangan ini menjadi tanda bahwa UMKM di Kabupaten Pemalang bergerak menuju ekosistem usaha yang lebih kuat dan kompetitif. Dengan penguatan literasi digital dan keuangan, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing hingga tingkat Nasional. ***

(Slamet Febriansyah)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kendaraan Dinas Kades Danasari Diduga Nunggak Pajak, Data Cek Pajak Tunjukkan Belum Lunas

12 September 2026 - 16:15 WIB

Lima Bakal Calon Ramaikan Pilkades Danasari 2026, Pendaftaran Masih Dibuka hingga 4 September 2026

1 September 2026 - 21:00 WIB

Trending di Pantura