Menu

Mode Gelap
Siaga Bencana di Pemalang: Pemerintah Perkuat Koordinasi dan Respons Cepat Peringati Hari Pers Nasional 2026, WN Network Sukses Gelar ‘Jagongan Bareng Media’ dengan Lima Narasumber Jadwal Acara TV MDTV, RCTI, TRANS TV, ANTV, MNCTV, GTV dan TRANS 7, Jumat 6 Februari 2026: Dari Pernikahan Dini Gen Z hingga Misteri Dunia Jadwal Acara TV INDOSIAR, RCTI, MNCTV, GTV, TRANS TV dan SCTV, Sabtu 31 Januari 2026: Dari Kisah Nyata hingga Cinta Sedalam Rindu Peduli Warga di Desa Penakir, DPC PDI Perjuangan Pemalang Bersama Dede Indra Permana Salurkan Sembako dan Buka Dapur Umum Talkshow ‘Ngobras’ Bersama Rizal Bawazier, PKS Pemalang Perkuat Kemandirian Ekonomi Kader

JATENG

Kinerja Pemprov Jateng 2025 Tujukkan Tren Postif, Gubernur Ahmad Luthfi Minta ASN Genjot Kinerja 2026

badge-check


					Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi Perbesar

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi

SINARJATENG.COM – Kinerja pemerintah Provinsi Jawa Tengah selama 2025 menunjukkan tren positif. Selama 10 bulan kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, banyak capaian positif di berbagai sektor.

Pun demikian, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi tetap meminta kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menggenjot kinerjanya pada 2026.

“Sepuluh bulan kemarin kita lalui, harus kita syukuri dengan cara meningkatkan kinerja sekaligus harus siap menghadapi tantangan 2026 yang akan datang,” kata Luthfi saat memimpin apel pagi di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 29 Desember 2025.

Pada 2025, beber Luthfi, pihaknya fokus pada tiga prioritas utama. Pertama, tingkat kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Kedua, jaminan terkait dengan kesempatan sekolah. Ketiga adalah infrastruktur.

Tercatat, angka kemiskinan di Jawa Tengah turun dari 9,58% menjadi 9,48%. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 5,37% (yoy) dan berada di atas rata-rata nasional. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jawa Tengah juga turun 0,12% menjadi 4,66% pada Agustus 2025.

Sementara realisasi investasi di Jawa Tengah hingga triwulan III mencapai Rp66,1 triliun. Nilai investasi itu mampu menyerap sebanyak 326.462 orang tenaga kerja.

Pada sektor pendidikan, Luthfi menjelaskan, ada sekitar 1.100 anak putus sekolah sudah dikembalikan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Selain itu, ribuan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem disekolahkan melalui program sekolah kemitraan dengan sekolah swasta.

Sementara untuk layanan dasar kesehatan, program dokter spesialis keliling (Speling) telah dilaksanakan sebanyak 876 kali sampai Desember 2025. Menjangkau 738 desa di 388 kecamatan dengan total sasaran 83.137 jiwa. Capaian tersebut mengantarkan provinsi Jawa Tengah mendapatkan penghargaan terkait akselerasi bidang kesehatan.

“Seluruh capaian itu membuktikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah kerja dengan ikhlas dan tulus. Jadi nafasnya kolaborasi, yaitu kerja-kerja bersama antara seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bupati dan wali kota, serta stakeholder terkait,” ucap Luthfi.

Pada 2026, Ia menegaskan, prioritas kinerjanya adalah meneguhkan Provinsi Jawa Tengah menjadi provinsi swasembada pangan. Dikatakannya, program pembangunan infrastruktur 2025 juga sudah selaras untuk menunjang swasembada pangan.

Kerja-kerja berjenjang dan berkelanjutan tersebut diharapkan bisa diimplementasikan dengan baik dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, sampai ke desa-desa.***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Investasi Berbagai Bidang saat Bertemu Kerabat Sultan Brunei Darussalam

30 Desember 2025 - 07:26 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Investasi Berbagai Bidang saat Bertemu Kerabat Sultan Brunei Darussalam

Pemkab Pemalang Berikan Bantuan Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar Pagi

28 Desember 2025 - 00:26 WIB

Pemkab Berikan Bantuan Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar Pagi
Trending di JATENG