SINARJATENG.COM – Produser film Istimewa, Abdullah Mansuri, mengatakan rangkaian cinema visit film Istimewa terus berlanjut. Setelah menyapa penonton di Bandung, kru dan para pemain kembali bertemu langsung dengan penonton dalam agenda Cinema Visit di XXI Paragon Mall Semarang, Rabu (12/8/2026).
Tiga pemeran film Istimewa, yakni Yanni Melwani, Prija Iska (Priijay), dan Bambang Ceper, hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berinteraksi langsung dengan penonton sekaligus merasakan respons setelah masyarakat menyaksikan kisah yang dihadirkan dalam film tersebut.
Menurut Abdullah Mansuri atau yang akrab disapa Pak Mansuri maupun Ayah Mans, pertemuan dengan penonton menjadi bagian penting untuk memperkuat pesan yang dibawa film Istimewa.
Film tersebut mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap penyandang disabilitas. Mereka tidak semestinya hanya dilihat dari keterbatasan, tetapi sebagai manusia yang utuh dengan mimpi, keberanian, kasih sayang, humor, kemampuan, dan keistimewaan masing-masing.
“Mereka punya mimpi, keberanian, kasih sayang, dan mereka juga bisa memberikan kebahagiaan untuk orang lain. Mereka bukan hanya disabilitas, mereka orang-orang yang istimewa,” kata Ayah Mans.
Pesan untuk Semua Orang
Ayah Mans menegaskan, pesan yang disampaikan melalui film Istimewa tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Film ini juga mengajak setiap penonton untuk melihat kembali dirinya sendiri. Sebab, setiap manusia memiliki latar belakang keluarga, pengalaman hidup, kekurangan, serta persoalan yang berbeda-beda.
Berbagai kekurangan yang dimiliki seseorang, menurutnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk merasa rendah diri. Sebaliknya, hal tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan yang membuat setiap manusia memiliki keistimewaan.
“Kami berharap, setelah menonton film ini kita tidak hanya mengatakan mereka istimewa, tapi juga bisa mengatakan kepada diri sendiri, bahwa saya istimewa, dan kamu juga istimewa,” tutur Ayah Mans.
Bambang Ceper: Bukan Film untuk Mengasihani
Pesan tersebut juga mendapat perhatian dari Bambang Ceper, salah satu pemeran anak dalam film Istimewa. Aktor asal Kota Semarang itu menilai film ini tidak semata-mata bercerita tentang anak-anak disabilitas.
Lebih dari itu, Istimewa mengajak penonton merefleksikan bagaimana mereka memperlakukan dan memandang orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
“Film Istimewa bukan film yang meminta orang untuk merasa kasihan kepada teman-teman disabilitas. Justru kita diajak untuk melihat mereka punya kemampuan, mimpi, cerita, dan bisa melakukan banyak hal seperti orang lain,” ujar Bambang.
Melalui rangkaian Cinema Visit, film Istimewa berupaya membawa pesan inklusivitas lebih dekat kepada masyarakat di berbagai daerah.
Percakapan yang dibangun tidak hanya berkaitan dengan bagaimana menerima orang-orang yang selama ini dianggap berbeda, tetapi juga tentang bagaimana setiap individu belajar menerima dan menghargai dirinya sendiri.
Film Istimewa dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.**











